TELAGA JENDUL terletak di Dusun Belik Desa Bodas Kec. Watukumpul. Jarak dari Ibu Kota Kecamatan kurang lebih 4 KM, Jika di tempuh menggunakan kendaraan bermotor sekitar 30 menit. Penamaan Telaga Jendul menurut kisah  terdahulu ada seorang ibu yang kehilangan anaknya dan setelah dicari kemana-mana sampai berhari-hari tidak juga ketemu, akhirnya ibu tersebut bersandar di pohon besar sambil menangis tiada henti sampai matanya membengkak (istilah jawa:JENDUL)gan.

 

Ada sebuah cerita lagi bahwa di Dusun Belik Desa Bodas terdapat sebuah telaga yang terletak di sekitar tanah Perhutani di perbatasan Desa Gapura. Namun semakin hari airnya semakin berkurang dan pohon-pohon besar disekitar telaga banyak yang mati dan tumbang, kemudian oleh warga bergotong-royong kubangan telaga tersebut diurug sehingga membentuk sebuah LAPANGAN BOLA hingga sampai saat ini masih digunakan sebagai lapangan bola.

 

Pada awalnya TELAGA JENDUL adalah justru sebuah tanah lapang yang digunakan oleh warga untuk bermain bola, karena di lapangan tersebut terdapat pohon-pohon yang besar disekitarnya lama-kelamaan akhirnya keluarlah sumber mata air. Kemudian lapangan tersebut berlumpur dan semakin lama membentuk telaga. Oleh warga sekitar akhirnya dibuatlah bendungan sehingga mencapai kedalaman 3 meter.

 

BISA dibilang aneh tapi nyata. Sebuah lapangan bola berubah menjadi sebuah telaga dan sebaliknya sebuah Telaga menjadi Lapangan Sepak Bola. Di Telaga Jendul terdapat ikan Tawes, Lele,  dan Mujaer yang bisa dipancing bebas oleh siapapun. Potensi menjadi tempat wisata yang maju sangat besar karena lokasinya ditepi jalan utama menuju Balai Desa Bodas dan sangat sejuk, namun lagi-lagi terkendala anggaran. Ada sedikit yang disayangkan bahwa telaga jendul terletak di tanah Perhutani sehingga perlu perencanaan yang matang apabila ingin mengembangkan sebagai tempat wisata berbayar.

Pada beberapa tahun terakhir Telaga Jendul telah mengalami perbaikan oleh pemerintah, diantaranya kedalaman ditambah menjadi 5 meter disebelah timur dan 3 meter disebelah barat, Tepian dibuat Pondasi melingkar dan disebelah utara terdapat 3 buah payung untuk bersantai.

Jika ada waktu sempatkanlah berkunjung ke Telaga Jendul sambil berfoto-foto sambil mendengarkan suara hutan pinus di perjalanan menuju Desa Bodas.

Halal Bii Halal di Dk.Sigeblog RT.016 RW.004 Desa Bodas kec. Watukumpul Kab. Pemalang Jum’at (07/06)

Setelah lebaran diadakan Halal Bii Halal yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Dk.Sigeblog RT.016 RW.004 Desa Bodas dan bekerja sama dengan anggota Masjid Baiturrahman namun pada acara tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena Halal Bii Halal tahun ini ikut diramaikan juga dengan pemuda-pemudi Dusun 04 yang berpartisipasi demi kelancaran acara tersebut.

Acara Halal Bii Halal yang dilaksanakanpun berbeda dari biasanya yaitu Pengajian dan Gambus. Pada acara ini diisi dengan tausiah kyai dari Belik dan gambus dari Pekalongan. Gambus merupakan sarana hiburan realigi yang masih banyak diminati oleh warga, khususnya Desa Bodas hal ini terlihat pada saat acara tausiyah telah selesai warga masih menyaksikan lantunan gambus hingga acara selesai.

Kesenian kuda kepang (Jaran Ebeg) ditampilkan dalam acara melestarikan seni budaya di Dk. Kalijulang RT. 017 RW. 004 Desa Bodas (28/04)

Kesenian kuda kepang ini bermaksud memberikan hiburan kepada warga Desa Bodas serta ikut menjaga kesenian kuda kepang supaya tidak terlupakan oleh warga

Dalam permainannya, kuda kepang ini dimainkan oleh beberapa orang dan didampingi oleh ahli nya.

Kepala Desa Bodas ikut menghadiri dan meramaikan pementasan, warga ikut meramaikan sampai acara selesai hingga larut malam dan berharap supaya kesenian budaya kuda kepang terus berkembang dan menjadi hiburan warga.

Admin

Acara Haflah Akhirussanah & Khotmil Qur’an TPQ Al-Afif dilaksanakan pada (01/05) dipimpin oleh pengasuh TPQ Al-Afif Ustad Sya’roni Abdillah.

Acara khotmil Qur’an ini dilaksanakan di Dk. Sigeblog RT. 016 RW. 004 Desa Bodas Pada acara ini santri yang mengikuti khotmil Qur’an melantunkan ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang dibacakan secara bergiliran, setelah pembacaan ayat, santri diuji isi bacaan dalam Al-Qur’an yang pengujinya Ustad Agung.

Setelah para santri selesai melaksanakan pembacaan ayat, acara ini juga di hadiri Penasehat dan group Rabbana dari Randudongkal pelepasan acara khotmil Qur’an ini diharapkan dapat memperdalam pengetahuan santri baik sekarang maupun untuk masa depan dan untuk memotivasi santri lain untuk terus semangat belajar mengejar jus Al-Qur’an agar dapat mengikuti khotmil Qur’an.

Admin Desa

Noviarno (Sekretaris Desa) bersama Harsono petugas kesehatan dari Puskesmas Watukumpul Rabu (13/02) melakukan investigasi berkaitan dengan dugaan adanya jentik nyamuk DBD di Dk.Sekelinting Desa Bodas.

Kejadian ini berawal dari ada anak umur 2th panas selama 4 hari tidak turun orang tua sudah memeriksakan anak ke Watukumpul,kata Dokter anak tersebut terkena DBD kemudian harus dirujuk ke RS (Siaga Medika Purbalingga)

Bersama Ketua RT.001 RW.003 Dasmun berkeliling ke rumah warga mengelilingi 28 rumah, investigas bersama dengan penyuluhan pada masyarakat supaya menutup air,membuang sampah,membuang barang bekas kaleng-kalengan dan mencegah dengan menggunakan obat nyamuk/klambu.

ciri-ciri adanya nyamuk Aedes (DBD) mengembang dan bergelantung diatas air.

Admin

Sebuah rumah di Dk. Penusupan RT. 006 RW. 002 Desa Bodas Kec. Watukumpul Kab. Pemalang peristiwa kebakaran yang membuat warga Desa Bodas panik tak terhingga terjadi pada Kamis (31/01)

Sekitar pukul 17.00 WIB Tohir anak dari pemilik rumah membuat api dirumah tersebut untuk mengeringkan jagung, ketika api menyala dan ditinggal Tohir pulang kerumah pukul 18.00 WIB api sudah merambat keatap rumah tanpa diketahui Tohir sehingga terjadi kebakaran, yang dialami Karsiti 70 th, yang saat kejadian tidak ada dirumah (posisi disumatera).

kondisi terkini api sudah padam dan kondisi rumah terbakar habis atapnya tidak ada korban jiwa kerugian mencapai Rp 30 jt, korban sudah melapor kepada Pemerintah Desa.

Admin

Bencana Longsor terjadi di DK. Karangjarak RT. 14 RW. 03 Desa Bodas Kec. Watukumpul Kab. Pemalang Sabtu, 19/01 .
kejadian Longsor ini diakibatkan karena hujan deras disertai dengan angin yang mengguyur Desa Bodas pada hari Sabtu Sore, kejadian tersebut tidak ada korban jiwa namun menyebabkan kerugian materi sekitar Rp 40 juta.

Yang dialami Roso Sapto Aji, 47 th dan tasori, 36 th warga DK. Karangjarak RT. 14 RW. 03 warga bergotong royong membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya cangkul dan karung, korban sudah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Desa.

admin

Admin, Desa Bodas

Tubuh harus waspada terhadap serangan penyakit yang datang ketika musim hujan. Mengutip berbagai sumber, berikut beberapa penyakit yang sering mengintai saat musim hujan.

Saat musim hujan tubuh akan lebih mudah terserang penyakit, hal itu terjadi karena perubahan suhu pada lingkungan.

Ketika musim hujan jenis mikroba akan lebih mudah berkembang biak, dan makin mudah masuk ke tubuh manusia. Daya tahan tubuh yang tak prima akan semakin membuat bakteri dan virus berkembang hingga menyebabkan penyakit.

Tubuh harus waspada terhadap serangan penyakit yang datang ketika musim hujan. Mengutip berbagai sumber, berikut beberapa penyakit yang sering mengintai saat musim hujan.

1. Diare
Diare disebabkan karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Diare disebabkan oleh bakteri e.coli, salmonella, shigella, dan cholera. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun bisa juga terjadi berminggu-minggu. 

Sebaiknya segera minum obat diare yang bisa didapat di bidan desa, minum air putih yang banyak dan kurangi porsi makan.

2. Influenza atau flu
Flu disebabkan inveksi virus influenza A, B, atau C. Infeksi ini akan menyerang pernapasan dan menyebabkan gejala seperti demam, batuk, pusing, sakit kepala dan tenggorokan. 

Meskipun penyakit ini tidak berbahaya tapi ada baiknya untuk tak disepelekan. Pasalnya dalam beberapa kondisi, influenza bisa menyebabkan komplikasi seperti pneumonia.

3. Demam berdarah dan malaria
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk. Saat musim hujan perkembangbiakan nyamuk akan meningkat, baik perkembangan nyamuk demam berdarah atau malaria. 

Kedua penyakit ini merupakan penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian.

4. Demam Tifoid atau Tipes
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang masuk ke saluran cerna melalui mulut, esophagus, lambung, usus kecil, dan usus besar. Penyakit ini menimbulkan demam yang tinggi. 

5. Leptospirosis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira sp yang menyebar melalui urine tikus. Penyakit ini akan menyebabkan kulit penderita menjadi kekuningan dan mukosa mengering. 

Pada sejumlah kasus penyakit ini disertai dengan diare atau konstipasi (sembelit). Saat musim hujan urine tikus menyebar lewat air dan masuk ke tubuh melalui kulit atau selaput lendir.

6. Penyakit kulit
Saat hujan atau banjir akan membawa banyak bakteri yang bisa menyerang kulit. Bakteri akan menyebabkan rasa gatal pada kulit. Selain bakteri gatal pada kulit juga bisa disebabkan oleh jamur. Infeksi bakteri/ jamur kulit umumnya terjadi pada lipatan jari kaki terutama para pekerja petani desa, ibu rumah tangga dan pekerja luar yang terkena air hujan.

Berikan salep yang tepat untuk masalah tersebut. Seringlah mencuci tangan atau tubuh agar selalu bersih dan terhindar dari bakteri.

7. Longsor, Banjir dan Pohon Tumbang

Selain penyakit, musim penghujan juga menimbulkan permasalahan tersendiri di Desa, diantaranya tanah longsor, banjir dan pohon tumbang. Desa Bodas setiap tahunnya terjadi beberapa kejadian tanah longsor yang menyebabkan rumah penduduk rusak parah. Kepala Desa Bodas Andi Setiabudi menghimbau agar masyarakat selalu waspada ketika terjadi hujan lebat terutama pada malam hari, dan berhati-hati ketika melewati jalan yang terdapat tebing rawan longsor.

Sumber: cnnindonesia.com, admin.

Bodas, Bodas Cup ke 2 Tahun 2018 Turnamen Volly kali ini memperebutkan Piala Bergilir Kemenpora RI.
Pertandingan dibuka oleh Kepala Desa Bodas Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang Andi Setiabudi pada pukul 10.15 WIB 19/06/2018 pagi tadi.

Turnamen Volly Bodas Cup ini diikuti oleh 15 Tim dari beberapa desa/ Kecamatan yaitu :
1. Widodaren
2. Kedawung
3. Pagelaran
4. Sikasur
5. Bodas I
6. Kalitorong
7. Loragung
8. Putra Candi
9. Bodas II
10. Pesahangan
11. Lebak Barang
12. Tulis Batang
13. Pulasari
14. Bodas III
15. IAIN Pekalongan

Guci Tegal, Diklat SISKEUDES diikuti oleh 15 desa se Kecamatan Watukumpul. Desa Bodas yang diikuti oleh Noviarno Setyo Handoko (Sekretaris Desa), Indri Purnita Sari (Kaur Keuangan), dan Aris Wibowo (Kaur Perencanaan) selaku Admin Desa. Diklat ini dibiayai dari APBDesa tahun 2018 dalam rangka meningkatkan kapasitas perangkat desa dan mendukung program Sistem Informasi Desa (SID). Adapun desa peserta diklat SISKEUDES yang diselenggarakan di Hot Waterboom Guciku Tegal sebagai berikut:

  1. Bodas
  2. Bongas
  3. Cikadu
  4. Majalangu
  5. Pagelaran
  6. Tambi
  7. Tlagasana
  8. Watukumpul
  9. Wisnu
  10. Tundagan
  11. Medayu
  12. Gapura
  13. Majakerta
  14. Cawet
  15. Jojogan

Diklat yang dilaksanakan 3 hari mulai hari Sabtu (12/05) s/d Senin (14/05) ini dibuka oleh H. Sipan selaku Sekcam Watukumpul dan dilanjutkan oleh Bapak Tardi perwakilan dari Paguyuban Kepala Desa (Simongklang) Wilayah Watukumpul. Diklat tersebut juga dihadiri oleh Tim dari DINPERMASDES Kabupaten Pemalang sebagai tutor diklat SISKEUDES.

“Diklat SISKEUDES ini sebagai tindak lanjut dari program Bupati Pemalang H. Junaedi, SH,MM. tentang SID dan program nasional tentang sistem keuangan desa agar seluruh desa menggunakan aplikasi SISKEUDES secara menyeluruh.” tutur Darsono, Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Watukumpul.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB di ruang aula Hot Waterboom Guciku Tegal. Peserta diklat sangat antusias mengikuti diklat tersebut dengan membuat yel-yel: “SISKEUDES, Yes! SISKEUDES, Yes! SISKEUDES, Yes Yes Yes!.

“Adanya aplikasi SISKEUDES bertujuan untuk memudahkan Bendahara Desa dalam mengelola keuangan desa secara cepat, akuntabel dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.”