Sosialisasi Administrasi Kependudukan (Adminduk)

Dinas kependudukan dan catatan sipil kabupaten pemalang mengajak pemerintah desa dan para guru di desa setempat untuk mensosialisasikan pentingnya memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran agar anak memiliki kartu identitas diri (27/08)

Dalam sosialisasi dihadiri guru mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), hingga tingkat Sekolah Dasar (SD) agar mensosialisasikan kepada muridnya pentingnya memiliki (KIA). KIA memiliki fungsi yang sama dengan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) sehingga penting dimiliki seluruh anak untuk usia dibawah 17 tahun, materi yang disampaikan pada sosialisasi ini untuk diteruskan kepada orang tua dari seluruh anak didik di sekolah jenjang tersebut.

Kegunaan KIA antara lain untuk keperluan administrasi jika ingin membuka rekening tabungan bank dan untuk membeli tiket transportasi yang memerlukan syarat identitas diri dalam melakukan perjalanan seperti menggunakan pesawat, kapal, kereta api.

Syarat bagi anak yang akan melakukan perekaman data untuk mendapatkan KIA yaitu masing-masing fotokopi akta kelahiran, kk, buku nikah kedua orang tua dan mendatangi kantor dinas kependudukan dan catatan sipil daerah pemalang.

Ruwat Bumi dan Kirab Sesaji Desa Bodas

Antusias warga masyarakat pada penyelenggaraan Kirab Sesaji dan Ruwat Bumi Desa Bodas (19/09).

Ruwat Bumi merupakan tradisi warga Desa Bodas yang dilaksanakan dibulan Muharram (Syura’) tepatnya hari kamis kliwon malam jum’at legi selain itu tradisi ini merupakan wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas berkah yang dilimpahkan ke masyarakat Desa Bodas, tahun ini tradisi Ruwat Bumi dilaksanakan di Balai Desa Bodas.

Iring-iringan kirab sesaji dengan alunan suara terbang dilanjutkan dengan penyiraman 7 air sumber oleh Andi Setiabudi Kepala Desa Bodas beserta jajarannya dilanjutkan dengan istighosah/do’a bersama diawali dengan prosesi Wayangan (Wayang Kulit). Selesai wayangan, warga dan masyarakat Desa Bodas memperebutkan hasil bumi seperti kacang panjang, benih padi, tomat, singkong, jagung yang telah dimatra-mantrai ki dalang. Banyak masyarakat yang meyakini dengan mendapatkan hasil bumi tersebut akan membawa berkah dan hasil tanaman yang melimpah.

“Tradisi Ruwat Bumi merupakan warisan turun temurun yang telah diwariskan oleh nenek moyang sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk penghargaan kepada bumi yang telah memberikan berbagai limpahan rejeki kepada warga masyarakat Desa Bodas

Sebagian besar masyarakat Desa Bodas bermata pencaharian sebagai petani, sehingga mereka sangat mengandalkan bumi sebagai bagian dari hidup mereka.