Pendataan SDGS Desa

PENGERTIAN SDGs DESA

SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam bahasa kerennya Sustainable Development Goals disingkat SDGs

SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021 (baca artikel sebelumnya tentang PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2021).

TUJUAN DAN SASARAN SDGs DESA
Mengutip dari Permendesa 13/2020 setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa tersebut, yaitu:

Desa tanpa kemiskinan
Desa tanpa kelaparan
Desa sehat dan sejahtera
Pendidikan desa berkualitas
Desa berkesetaraan gender
Desa layak air bersih dan sanitasi
Desa yang berenergi bersih dan terbarukan
Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa
Inovasi dan infrastruktur desa
Desa tanpa kesenjangan
Kawasan pemukiman desa berkelanjutan
Konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan
Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa
Ekosistem laut desa
Ekosistem daratan desa
Desa damai dan berkeadilan
Kemitraan untuk pembangunan desa
Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.
Upaya pencapaian SDGs desa dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 tidaklah mudah, karena itulah, penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa. Adapun 10 SDGs dimaksud dalam situasu dan kondisi Pandemi Covid-19 adalah :

Desa tanpa kemiskinan,
Desa tanpa kelaparan,
Desa sehat sejahtera,
Keterlibatan perempuan desa,
Desa berenergi bersih dan terbarukan,
Pertumbuhan ekonomi desa merata,
Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan,
Desa damai berkeadilan,
Kemitraan untuk pembangunan desa, dan
Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif
Jika mengutip dari situs undp.org terdapat 17 (tujuh belas) tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa, yaitu :

Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (No Poverty)
Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi serta mempromosikan pertanian berkelanjutan (Zero Hunger)
Menjamin hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia (Good Healt and Well Being)
Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil serta memperomosikan kesempatan belajar seumur hidup (Quality Education)
Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua wanita dan anak perempuan (Gender Equality)
Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua (Clean Water and Sanitation)
Memastikan akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua (Affordable and Clean Energy)
Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan keberlanjutan lapangan kerja penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua (Decent Work and Economic Growth)
Membangun infrastruktur yang tahan banting, mendorong indrustialisasi yang inklusif dan keberlanjutan, serta mendorong inovasi (Industry, Inovation, and Infrastructure)
Mengurangi ketimpangan di dalam dan antar negara (Reduced Inequalities)
Menjadikan kota dan pemukiman aman, tangguh, inklusif, dan keberlanjutan (Sustainable Cities and Communities)
Memastikan pola komsumsi dan produksi yang berkelanjutan (Responsible Consumption and Production)
Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya (Climate Action)
Melestarikan dan secara keberlanjutan menggunakan samudra, laut, dan sumber daya laut untuk pembangunan keberlanjutan (Life Below Water)
Melindungi, memulihkan dan mempromosikan penggunaan ekosistem darat secara keberlanjutan, mengelola hutan secara keberlanjutan, memerangi pengundulan gunung, dan menghentikan serta mengembalikan degredasi lahan dan menghentikan hilangnya keaneragaman hayati (Life On Land)
Mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan keberlanjutan, memberikan akses keadilan bagi semua dan membangun lembaga yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua tingkatan (Peace, Justice and Strong Institutions)
Memperkuat sarana implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan keberlanjutan (Partnership for The Goals).

Pendataan Program SDGS Desa

PENGERTIAN SDGs DESA?
SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam bahasa kerennya Sustainable Development Goals disingkat SDGs

SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021 (baca artikel sebelumnya tentang PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2021).

TUJUAN DAN SASARAN SDGs DESA
Mengutip dari Permendesa 13/2020 setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa tersebut, yaitu:

Desa tanpa kemiskinan
Desa tanpa kelaparan
Desa sehat dan sejahtera
Pendidikan desa berkualitas
Desa berkesetaraan gender
Desa layak air bersih dan sanitasi
Desa yang berenergi bersih dan terbarukan
Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa
Inovasi dan infrastruktur desa
Desa tanpa kesenjangan
Kawasan pemukiman desa berkelanjutan
Konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan
Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa
Ekosistem laut desa
Ekosistem daratan desa
Desa damai dan berkeadilan
Kemitraan untuk pembangunan desa
Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.
Upaya pencapaian SDGs desa dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 tidaklah mudah, karena itulah, penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa. Adapun 10 SDGs dimaksud dalam situasu dan kondisi Pandemi Covid-19 adalah :

Desa tanpa kemiskinan,
Desa tanpa kelaparan,
Desa sehat sejahtera,
Keterlibatan perempuan desa,
Desa berenergi bersih dan terbarukan,
Pertumbuhan ekonomi desa merata,
Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan,
Desa damai berkeadilan,
Kemitraan untuk pembangunan desa, dan
Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif
Jika mengutip dari situs undp.org terdapat 17 (tujuh belas) tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa, yaitu :

Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (No Poverty)
Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi serta mempromosikan pertanian berkelanjutan (Zero Hunger)
Menjamin hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia (Good Healt and Well Being)
Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil serta memperomosikan kesempatan belajar seumur hidup (Quality Education)
Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua wanita dan anak perempuan (Gender Equality)
Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua (Clean Water and Sanitation)
Memastikan akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua (Affordable and Clean Energy)
Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan keberlanjutan lapangan kerja penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua (Decent Work and Economic Growth)
Membangun infrastruktur yang tahan banting, mendorong indrustialisasi yang inklusif dan keberlanjutan, serta mendorong inovasi (Industry, Inovation, and Infrastructure)
Mengurangi ketimpangan di dalam dan antar negara (Reduced Inequalities)
Menjadikan kota dan pemukiman aman, tangguh, inklusif, dan keberlanjutan (Sustainable Cities and Communities)
Memastikan pola komsumsi dan produksi yang berkelanjutan (Responsible Consumption and Production)
Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya (Climate Action)
Melestarikan dan secara keberlanjutan menggunakan samudra, laut, dan sumber daya laut untuk pembangunan keberlanjutan (Life Below Water)
Melindungi, memulihkan dan mempromosikan penggunaan ekosistem darat secara keberlanjutan, mengelola hutan secara keberlanjutan, memerangi pengundulan gunung, dan menghentikan serta mengembalikan degredasi lahan dan menghentikan hilangnya keaneragaman hayati (Life On Land)
Mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan keberlanjutan, memberikan akses keadilan bagi semua dan membangun lembaga yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua tingkatan (Peace, Justice and Strong Institutions)
Memperkuat sarana implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan keberlanjutan (Partnership for The Goals).

Larangan Mudik Lebaran 2021

Jelang mendekati Hari Raya Idul Fitri istilah mudik akan ramai dibicarakan, media-media nasional akan dipenuhi dengan pemberitaan soal mudik, mudik adalah kegiatan perjalanan pulan ke kampung halaman. Selama ini banyak anggapan tentang mudik, mudik berasal dari ungkapan dalam bahasa jawa dimana mudik adalah singkatan dari mulih dilik atau yang memiliki arti pulang sebentar.

Mudik, Pulang kampung kemudian dianggap sebagai upaya untuk kembali ke asal usulnya mereka ingin berjumpa dengan orang tua, handai taulan dan melihat tempat dimana mereka tumbuh. Secara simbolis mudik dinilai mampu mengingatkan manusia untuk kembali keasalnya atau fitrah.

Pemerintah secara resmi telah melarang mudik lebaran 2021 selama 06 mei-17 mei 2021 kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penularan Virus Corona yang kasusnya umum naik saat libur panjang. Adapun larangan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 Tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442H dalam upaya pengendalian dan penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1442 H.

Dalam rangka menangani pandemi Covid-19 pemerintah melarang mudik lebaran, peraturan tersebut bersama rapat mentri 27 Mei 2021, menanggapi masyarakat yang tidak setuju dengan adanya larangan mudik ketua satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof.Dzubairi Djoerban mengaku tak heran jika larangan mudik ini menuai ketidak setujuan dari publik

Larangan mudik tersebut sangat penting untuk dilaksanakan, akan tetapi larangan mobilitas ini tak sejalan dengan kerumunan-kerumunan dan mobilitas yang berlangsung padat setiap hari seperti Comutter Line, Larangan mudik memang penting diterapkan akan tetapi agar bisa efektif perlu diseimbangkan dengan upaya yang lain termasuk mengurangi kerumunan.

keberhasilan pandemi akan tercapai jika upaya pembatasan mobilitas konsisten diiringi dengan pelaksanaan protokol kesehatan.

 

 

 

 

 

** #IngatPesanIbu
Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.
Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita