Hujan Deras dan Tanah Labil Sebabkan Longsor

Hujan deras sebabkan tanah longsor di Desa Bodas Kec.Watukumpul Kab.Pemalang (04/01)

Tanah longsor terjadi dan menutupi akses jalan dusun bodas-belik dipicu intensitas curah hujan yang tinggi dengan kondisi tanah yang labil, tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah atau batuan penyusun lereng yang terjadi karena masa pergerakan batuan atau tanah dengan berbagai jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.

Selain itu hujan deras yang mengguyur desa bodas sore tadi menyebabkan banjir dan mengenai sawah-sawah warga.

Kepala dusun bodas-belik bersama warga membersihkan tanah yang menutupi jalan dengan membawa berbagai peralatan dan menebang pohon yang menutupi jalan akibat terbawa tanah longsor.

Selain itu warga juga dihimbau untuk berhati-hati saat melintas mengingat sering terjadinya hujan deras baru-baru ini.

Bencana Longsor Menutupi Jalan Penghubung Desa Bodas

Setelah diguyur hujan deras tebing Igir Sikebo mengalami longsor dan menutupi jalan, Minggu (23/02)

Peristiwa longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Desa Bodas pada minggu sore, kondisi tanah yang labil membuat tanah tidak bisa menahan air hujan. Selain tanah labil, penambangan pasir legal juga menjadi pemicu terjadinya tanah longsor. Warga yang melewati jalan harus putar balik arah karena masih tertutupi material longsor.

Kepala Desa Bodas Andi Setiabudi menghimbau warga untuk tidak melakukan penambangan pasir legal. “Longsor tebing Igir Sikebo berasal dari penambangan legal, warga dimohon untuk saling mengingatkan apabila ada penambangan pasir legal”

Warga dibantu pemerintah desa berupaya membersihkan tanah yang menutupi jalan, material longsor yang cukup tebal membuat warga dan petugas kesulitan membersihkannya. Pada rabu pagi sekitar 100 orang warga Desa Bodas dari 4 Dusun membersihkan material longsor jalan penghubung Desa Bodas ke Kecamatan. Untuk sementara, jalan hanya bisa di lewati kendaraan roda 2 saja. Petugas menghimbau warga supaya berhati-hati karena jalan yang licin, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Selain mengakibatkan longsor, hujan deras juga mengakibatkan banjir bandang, petani setempat mengatakan bahwa padi disawah miliknya sekitar 1.2 hektar tidak dapat terselamatkan karena air menggenangi batang padi yang seharusnya memasuki masa panen, banjir terjadi karena intensitas hujan yang tinggi dan luapan anak sungai.

warga yang mendapat musibah sudah ditangani oleh pemerintah desa untuk segera ditindak lanjuti sebagai laporan ke kecamatan.