Pilkades 2016, Desa Bodas menjadi satu-satunya peserta di Kec. Watukumpul

Pilkades 2016, Desa Bodas menjadi satu-satunya peserta di Kec. Watukumpul

Pilkades Bodas, kecamatan Watukumpul, kabupaten Pemalang, Jawa Tengah telah berakhir dan berhasil memilih kepala desa yang baru, Minggu (25/09/2016). Dalam pemilihan tersebut, Bapak Andi Setiabudi berhasil mengungguli calon-calon lainnya dengan perolehan suara 678. Perolehan suara terbanyak kedua diraih oleh Kiarno dengan 604 suara diikuti Mohamad Khalali, S. Pd. dengan 548 suara, dan Rismono dengan 68 suara.
Pelaksanaan Pilkades Bodas diwarnai dengan hujan yang mengguyur, namun tak menyurutkan antusias warga yang hendak memilih kepala desanya yang baru. Kehadiran pemilih dari yang terdaftar di DPT hingga 79%.
“Polsek Watukumpul memberikan pengamanan dalam pesta demokrasi di tingkat desa ini. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aman tertib, ” ujar Kapolsek Watukumpul, AKP Heryadi Noor, S.H.

Potensi Wisata Desa Bodas ‘Telaga Jendul’

Potensi Wisata Desa Bodas ‘Telaga Jendul’

TELAGA JENDUL terletak di Dusun Belik Desa Bodas Kec. Watukumpul. Jarak dari Ibu Kota Kecamatan kurang lebih 4 KM, Jika di tempuh menggunakan kendaraan bermotor sekitar 30 menit. Penamaan Telaga Jendul menurut kisah  terdahulu ada seorang ibu yang kehilangan anaknya dan setelah dicari kemana-mana sampai berhari-hari tidak juga ketemu, akhirnya ibu tersebut bersandar di pohon besar sambil menangis tiada henti sampai matanya membengkak (istilah jawa:JENDUL)gan.

Ada sebuah cerita lagi bahwa di Dusun Belik Desa Bodas terdapat sebuah telaga yang terletak di sekitar tanah Perhutani di perbatasan Desa Gapura. Namun semakin hari airnya semakin berkurang dan pohon-pohon besar disekitar telaga banyak yang mati dan tumbang, kemudian oleh warga bergotong-royong kubangan telaga tersebut diurug sehingga membentuk sebuah LAPANGAN BOLA hingga sampai saat ini masih digunakan sebagai lapangan bola.

Pada awalnya TELAGA JENDUL adalah justru sebuah tanah lapang yang digunakan oleh warga untuk bermain bola, karena di lapangan tersebut terdapat pohon-pohon yang besar disekitarnya lama-kelamaan akhirnya keluarlah sumber mata air. Kemudian lapangan tersebut berlumpur dan semakin lama membentuk telaga. Oleh warga sekitar akhirnya dibuatlah bendungan sehingga mencapai kedalaman 3 meter.

BISA dibilang aneh tapi nyata. Sebuah lapangan bola berubah menjadi sebuah telaga dan sebaliknya sebuah Telaga menjadi Lapangan Sepak Bola. Di Telaga Jendul terdapat ikan Tawes, Lele,  dan Mujaer yang bisa dipancing bebas oleh siapapun. Potensi menjadi tempat wisata yang maju sangat besar karena lokasinya ditepi jalan utama menuju Balai Desa Bodas dan sangat sejuk, namun lagi-lagi terkendala anggaran. Ada sedikit yang disayangkan bahwa telaga jendul terletak di tanah Perhutani sehingga perlu perencanaan yang matang apabila ingin mengembangkan sebagai tempat wisata berbayar.

Pada beberapa tahun terakhir Telaga Jendul telah mengalami perbaikan oleh pemerintah, diantaranya kedalaman ditambah menjadi 5 meter disebelah timur dan 3 meter disebelah barat, Tepian dibuat Pondasi melingkar dan disebelah utara terdapat 3 buah payung untuk bersantai.

Jika ada waktu sempatkanlah berkunjung ke Telaga Jendul sambil berfoto-foto sambil mendengarkan suara hutan pinus di perjalanan menuju Desa Bodas.

Pendahuluan

Pendahuluan

bism007-h

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Akhirnya berkat usaha dan kerjasama dari semua pihak, Website Desa Bodas sudah dapat di akses mulai tanggal 22 Nopember 2016. Kami sangat bangga akhirnya cita-cita yang selama ini diidamkan dapat terwujud berkat dukungan dari semua pihak.

Selamat berkunjung di Desa Bodas, Desa Swasembada.

Wassalamu’alaikum waramatullahi wabarakatuh

Admin