Sosialisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Desa Bodas

Pelaksanaaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah Bantuan Pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendorong dan meningkatkan ke swadayaan dalam peningkatan kualitas, rumah dan pebangunan baru, rumah beserta Prasarana, sarana, dan utilitas umum. sebagian besar unit rumah tidak layak huni.
dalam sosialisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Desa Bodas sebagian besar unit rumah tidak layak huni telah mendapat bantuan dari bantuan Pemerintah selain bertujuuan meningkatkan kualitas rumah agar lebih layak huni masyarakat juga terlibat aktif dan bergotong royong dalam pelaksanaan pembangunan rumahnya.

“melalui program BSPS ini kami ingin agar masyarakat bisa merasakan bantuan perumahan dari pemerintah agar rumahnya yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak huni” Ujar Tim PUPR Kab. Pemalang. Kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) meminta rumah pembangunan masyarakat berpenghasilan rendah melalui program BSPS harus menggunakan konstruksi bangunan yang baik, pelaksanaan program BSPS didaerah mendorong masyarakat untuk bergotong royong dengan membangun rumah dengan memperhatikan kearifan lokal yang ada agar mereka bisa membangun rumahnya agar layak huni.

Dalam pelaksanaannya pemerintah melalui kementrian PUPR memberikan memberikan bantuan dana stimulan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan tinggal dirumah dengan kondisi tidak layak huni agar mereka bisa membangun rumahnya agar layak huni. Adapun jumlah bantuan untuk setiap unit rumah adalah sebesar 20 Juta. Dana tersebut diterima masyarakat dalam bentuk bahan bangunan senilai 17,5 juta dan sisanya 2,5 juta untuk upah tukang. Direktorat jendral perumahan juga menerjunkan tim pendamping masyarakat untuk mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan secara berkelompok.

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan salah satu program prioritas di RPJMN 2020-2024 dalam hal peningkatan infrastruktur pelayanan dasar dan kepentingan akses perumahan dan pemukiman yang layak, aman dan terjangkau. Dalam pelaksanaannya program BSPS tidak dapat berdiri sendiri melainkan memerlukan sinergi dengan program lainnya, seperti akses ke listrik, penyediaan sarana lingkungan diperumahan dan pemukiman baik air bersih, maupun sanitasi dan dari aspek legalitas yaitu sertifikat tanah.

sinergi antar kementrian dan lembaga pelaksanaan program BSPS menjadi salah satu kunci dari peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dan infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat utamanya masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah.

Permasalahan umum para bantuan selain nominal bantuan belum cukup untuk mengakomodasi keperluan air mineral dan sanitasi lainnya serta masih ada beberapa penerima yang belum memperoleh akses listrik.

untuk menjawab permasalahan tersebut daerah berkomitmen akan melanjutkan koordinasi lebih detail dengan pihak-pihak terkait diwilayahnya, sehingga diharapkan tahun depan pembangunan sudah dapat berfokus juga pada aspek luar fisik.

Diklat SISKEUDES

Diklat SISKEUDES

Guci Tegal, Diklat SISKEUDES diikuti oleh 15 desa se Kecamatan Watukumpul. Desa Bodas yang diikuti oleh Noviarno Setyo Handoko (Sekretaris Desa), Indri Purnita Sari (Kaur Keuangan), dan Aris Wibowo (Kaur Perencanaan) selaku Admin Desa. Diklat ini dibiayai dari APBDesa tahun 2018 dalam rangka meningkatkan kapasitas perangkat desa dan mendukung program Sistem Informasi Desa (SID). Adapun desa peserta diklat SISKEUDES yang diselenggarakan di Hot Waterboom Guciku Tegal sebagai berikut:

  1. Bodas
  2. Bongas
  3. Cikadu
  4. Majalangu
  5. Pagelaran
  6. Tambi
  7. Tlagasana
  8. Watukumpul
  9. Wisnu
  10. Tundagan
  11. Medayu
  12. Gapura
  13. Majakerta
  14. Cawet
  15. Jojogan

Diklat yang dilaksanakan 3 hari mulai hari Sabtu (12/05) s/d Senin (14/05) ini dibuka oleh H. Sipan selaku Sekcam Watukumpul dan dilanjutkan oleh Bapak Tardi perwakilan dari Paguyuban Kepala Desa (Simongklang) Wilayah Watukumpul. Diklat tersebut juga dihadiri oleh Tim dari DINPERMASDES Kabupaten Pemalang sebagai tutor diklat SISKEUDES.

“Diklat SISKEUDES ini sebagai tindak lanjut dari program Bupati Pemalang H. Junaedi, SH,MM. tentang SID dan program nasional tentang sistem keuangan desa agar seluruh desa menggunakan aplikasi SISKEUDES secara menyeluruh.” tutur Darsono, Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Kec. Watukumpul.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB di ruang aula Hot Waterboom Guciku Tegal. Peserta diklat sangat antusias mengikuti diklat tersebut dengan membuat yel-yel: “SISKEUDES, Yes! SISKEUDES, Yes! SISKEUDES, Yes Yes Yes!.

“Adanya aplikasi SISKEUDES bertujuan untuk memudahkan Bendahara Desa dalam mengelola keuangan desa secara cepat, akuntabel dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.”

Kedung Bunder

Kedung Bunder

KEDUNG BUNDER, merupakan surga kecil yang tersembunyi di Desa Bodas Kec. Watukumpul Kab. Pemalang. Untuk mencapai lokasi Kedung Bunder ini memang dibutuhkan kerja yang ekstra. Dari arah kota Pemalang, kamu perlu berjalan ke selatan. Sampai di desa Semingkir, kecamatan Randudongkal, ambillah jalan ke kiri ke arah kecamatan Watukumpul, kemudian dari pasar Majalangu berjalan kearah utara menuju Desa Bodas. Lokasinya tak jauh dari Kedung Bening.</span></p>
<p style=”text-align: justify; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px;”><span style=”font-size: 13.5pt; color: black;”>Di tempat ini tidak disediakan lahan untuk parkir. Untuk memasuki lokasi pun tidak perlu membayar karena belum ada yang mengelola area ini. Setelah memarkirkan kendaraanmu di lahan kosong, kemudian kamu akan diajak menjelajah dengan tracking jalan melewati ladang dan kebun warga, lalu turun dengan kemiringan 35 derajat dan menyusuri bibir sungai. 30 menit kemudian, kamu akan sampai di surga kecil yang bernama Kedung Bunder ini. Tapi perlu diwaspadai karena kedalaman kedung ini mencapai 4,5 meter. Jadi kamu harus berhati-hati.</span></p>